I’m A Loser
Punya barang yg dibeli dari hasli keringat sendiri itu emgn jauh lebih memuaskan dan aman.
Malam ini aq ditamparnya, salah q memulai petengkaran hanya gara2 sim card yg no nya nyaris kembar dengan q…
Aq salah besar kalo pernah berpikir dia benar2 mengikhlaskan semua yg di berikannya pada q, yahhhh…… dadaku uda lebih dari sejam berasa sesak…
Aq menatap setiap hal yg terlihat di kamar q dan beranjak memilah2 barang2q…
Yang bisa q kumpulkan malam ini akan q kirimkan secepatnya, mungkin dengan nilai yang benar2 jatuh ga seperti semula. Saat ini aq melihat semuanya, yang mana yang berasal dari keringat q sendiri, orang tua q, temen2 q, dan juga dari dirinya….
Ada barang2 yag membuat aq tersenyum, merenung, dan ada juga yang semakin menyesakkan… Lumayanlah buat malam ini, ga semua bisa q kembalikan secepatnya karena aq harus mencari gantinya, DAN HARUS DARI KERINGAT Q SENDIRI !!!
Sepertinya semakin lama aq bekerja dan terus bersamanya, aq cuma jadi semakin memikirkan perut aja… Terasa banget kalo aq lebih produktif saat aq kuliah, skripsi, dan masa2 yg disebut pengangguran oleh orang lain…
Terima kasih sayang q, kau memacu q malam ini….
Aq ga tau diri, aq lupa kalau aq semakin medekati sosok yang dulu aq benci dan takutkan…
Akan q kirimkan sedikit dari apa yang tlah kamu beri ke aq, jelas banget kalo ga seberapa dibandingin apa yang kamu beri n rasa selama ini…
Maaf…. Mungkin itu pelajaran buatmu agar tidak lagi memanjakan aq, dan buat q agar ga lengah & manja…
Well…. Dada ini semakin sakit saja. Marah, sedih, kecewa, dan lainnya yang aq ga tau pada sapa semua ini aq tujukan, yg aq tau aq punya banyak salah selama ini…
Aq lupa sapa yang seharusnya berperan jadi suami…
Maaf…. Aq ga pantes buat kamu……
